Tampilkan postingan dengan label Batuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Batuk. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Juni 2014

5 Obat Batuk Tradisional, Alami dan Ampuh

Batuk adalah penyakit yang biasa dialami seseorang, terutama anak kecil yang sistem imunnya masih lemah. Batuk bisa disebabkan oleh bermacam-macam faktor, seperti misalnya cuaca yang ekstrim biasanya batuk disertai flu, terlalu sering makan atau minum yang berperisa manis tak sehat dan masih banyak lagi.

Ketika batuk tubuh masih bisa bekerja sebagaimana mestinya, tetapi suara yang dikeluarkan dari batuk seseorang bisa merusak konsentrasi orang di sekitarnya. Apalagi saat menjalani tes, pasti suasana yang tenang akan terasa gaduh karena suara “uhuk.. Uhuk..” dari batuk.

Obat Batuk Tradisional
Maka dari itu batuk harus segera diatasi. Anda tak usah bingung, sekarang sudah banyak obat yang efektif untuk menyembuhkan batuk, bahkan ada juga yang sudah dibuat khusus untuk mengobati batuk anak-anak yang dilengkapi dengan varian rasa.

Faktanya, sebagian orang masih ada yang mengobati berbagai masalah kesehatan dengan cara tradisional, termasuk batuk. Pertanyaannya, apakah Anda termasuk dari mereka atau mungkin Anda baru mau mencobanya? Jika iya, maka Anda beruntung karena pada kali ini saya akan berikan beberapa ramuan obat untuk meringankan sekaligus menyembuhkan berbagai jenis batuk dengan bahan alami.

Obat Batuk Tradisional


Berikut ini saya pilihkan beberapa obat batuk tradisional yang didapat dari buku pengobatan tradisional:

#Obat Batuk Tradisional Biasa

Bahan - bahan:
  •  25 kuntum bunga belimbing wuluh
  •  1 ruas jari rimpang temu giring
  •  1 ruas jari kulit kayu manis
  •  1 ruas jari rimpang kencur
  •  2 siung bawang merah
  •  4 gram daun saga
  •  4 gram daun inggu
  •  3 gram pegagan
  •  6 gram daun sendok
  •  1 sendok makan madu murni
  •  5 gelas air

Cara membuat obat batuk:
1. Pastikan semua bahan sudah dicuci bersih dan dipotong-potong dengan ukuran wajar.
2. Bahan yang telah dipotong, kemudian direbus bersama 5 gelas air hingga sisa airnya 2 gelas.
3. Saring dan minum air rebusan tadi, sebelum diminum, tambahkan 1 sendok makan madu.
4. 2 gelas air rebusan tadi diminum 3 kali sehari (masing-masing 3/4 gelas).

#Obat Batuk Berdarah

Bahan-bahan:
  •  80 - 90 gram akar bunga pagoda kering
  •  4 gelas air

Cara membuat obat batuk berdarah:
1. Rebus akar bunga pagoda kering kedalam 4 gelas air, tunggu sampai airnya tersisa kira-kira 2 gelas.
2. Biarkan sejenak hingga mendingin, kemudian saring dan minum dua kali sehari masing-masing 1 gelas.

Jika tak ingin direbus, Anda juga bisa meraciknya dengan cara membubuhkan akar bunga pagoda kering, lalu seduh dan minum airnya.

#Obat Batuk Karena Paru-paru Dingin

Bahan-bahan:
  • 1/2 - 2/5 gram kulit kayu manis
  • 1 gelas air panas

Cara membuat obat batuk karena paru-paru dingin:
1. Tumbuk semua kulit kayu manis tadi hingga menjadi bubuk halus.
2. Seduh dalam 1 gelas air panas.
3. Minum airnya selagi hangat minimal 2 kali sehari.


#Obat Batuk Kering

Bahan-bahan:
  • 1 jari umbi bidara upas segar

Cara membuat obat batuk kering:
  1. Cuci bersih umbi bidara upas segar, selanjutnya iris tipis-tipis.
  2. Kunyah irisan umbi tersebut lalu minum air hangat yang sudah matang, gerakkan mulut seperti kumur-kumur selama 20 detik.
  3. Airnya diminum, lalu ampas umbi dibuang.

#Obat Batuk Pada Anak

Bahan-bahan:
  • 1 genggam bunga belimbing wuluh
  • 5 butir tanaman adas
  • 1 sendok makan gula batu
  • 1/2 gelas air

Cara membuat obat batuk pada anak:
  1. Semua bahan tadi di tim (masukkan bahan-bahan pada mangkuk dan letakkan dalam panci berair, lalu rebus) selama beberapa jam.
  2. Tunggu sampai dingin, setelah itu langsung disaring menggunakan sepotong kain sebagai alat penyaring.
  3. Hasil air saringan dipisah menjadi 2 gelas, minum sehari 2 kali masing-masing 1 gelas. Waktu minumnya adalah sebelum makan pagi dan malam.

#Batuk Akibat Merokok

Bahan-bahan:
  • 1,5 - 6 gram ranting kayu manis muda.
  • Air hangat secukupnya.

Cara membuat obat batuk akibat merokok:
  1. Giling ranting kayu manis muda hingga berubah jadi bubuk.
  2. Seduh kedalam air hangat dan minum secara teratur setiap hari hingga batuk sembuh.

Itulah sejumlah ramuan untuk mengatasi berbagai jenis batuk yang sering menyerang setiap orang. Obat batuk tradisional diatas menggunakan bahan yang benar-benar dari alam dan sering dijadikan alternatif pengobatan herbal, jadi Anda benar-benar beruntung jika tahu cara mengolahnya sendiri, sebab lebih menghemat biaya dibanding harus melakukan pengobatan ke klinik herbal tersebut.

Cara Alami Mengobati Batuk


1.Madu dan Lemon
Campuran madu serta lemon sudah dipercaya dari turun-temurun untuk menyembuhkan batuk. Anda dapat mencampur 1 sendok teh madu, 1-2 sendok teh sari lemon ke dalam segelas air hangat. Minum sehari minimal satu kali sampai batuk benar-benar pergi.

2. Teh Jahe
Di Asia, teh herbal, teh jahe, atau jenis teh lainnya sering dimanfaatkan untuk mengatasi batuk. Salah satu bahan yang ampuh mengobati batuk adalah jahe. Sediakan 2-3 irisan jahe yang telah dicuci bersih, seduh dalam teh hangat. Baik diminum dua hingga tiga kali sehari.

3. Kunyit, madu dan susu
Tambahkan 1/2 sendok teh kunyit yang telah ditumbuk dan madu ke dalam satu gelas susu. Kunyit mempunyai khasiat alami yang bisa menghilangkan batuk.

4. Madu dan Lada Putih
Coba minum satu sendok teh madu yang ditambah sedikit taburan lada putih 2-3 kali sehari. Dipercaya bahan ini dapat menyembuhkan batuk.

5. Daun Kemangi
Buat ramuan dengan menggunakan kemangi. Daun beraroma khas itu dapat mengatasi beberapa penyakit, termasuk batuk. Sediakan 1-2 gelas air putih, 2-3 daun kemangi, dan rebus menjadi satu. Minum ramuan hangat ini supaya batuk lekas hilang.

Kelima macam obat batuk tradisional ini sangat mudah didapatkan di sekitar kita. Bahkan beberapa diantaranya sering dijadikan sebagai bumbu dapur.

Jumat, 06 November 2009

Batuk Berdahak

SERANGAN batuk berdahak yang berlangsung lama sering dianggap sepele oleh sebagian masyarakat. Padahal, kondisi itu merupakan salah satu gejala radang pada saluran napas atau bronkitis. Bila tidak segera diatasi, penderita bisa mengalami perburukan penyakit itu, bahkan mengganggu fungsi jantung.

Kebiasaan merokok dan polusi udara meningkatkan risiko bronkitis kronik serta memicu kekambuhan penyakit itu. Bronkitis akut timbul karena flu atau infeksi lain pada saluran napas dan membaik dalam beberapa hari atau minggu. Pada bronkitis kronik, terjadi iritasi atau radang menetap pada saluran napas sering terjadi akibat rokok dan sering kambuh. Bila makin parah, penyakit itu masuk dalam kelompok PPOK yang memerlukan pengobatan serius.
Pasien bronkitis mengalami gejala antara lain batuk berdahak, napas pendek, dan makin berat saat aktivitas, mengi, demam, serta rasa tidak nyaman di dada. Bronkitis kronik ditandai batuk memburuk pada pagi hari, infeksi saluran napas berulang, flu disertai peningkatan batuk berdahak selama lebih dari tiga bulan.
Bila tidak segera diatasi, serangan bronkitis kronik akan sering berulang dan bertambah parah. Apalagi bila penderita adalah perokok. Paparan asap rokok, daya tahan tubuh yang rendah, sakit mag, dan paparan bahan-bahan iritan di tempat kerja meningkatkan risiko bronkitis dan kekambuhan penyakit itu hingga menjadi PPOK. Pada penderita PPOK, gejala penyakit meningkat dan fungsi paru menurun. Kualitas hidup penderita juga turun.

Penyakit paru obstruktif juga berkaitan dengan gagal jantung kanan yang berfungsi untuk memompa darah ke paru-paru. Namun, kebanyakan pasien mengabaikan gejala ringan. Batuk berdahak dan sesak ringan dibiarkan bertahun-tahun. Kebanyakan penderita PPOK adalah perokok atau bekas perokok. Sebagian pasien hidup di rumah yang penuh asap berasal dari tungku dapur atau kompor, dan sebagian lagi hidup tahunan di tempat kerja yang berasap atau berdebu.
Diagnosis bisa dilakukan dengan menggunakan spinometeri untuk memastikan adanya penyempitan saluran napas, menentukan beratnya penyakit, menilai efek obat, dan memantau hasil pengobatan. Dengan diagnosis yang akurat, pasien bisa mendapat pengobatan yang tepat. Untuk memperlambat kerusakan paru, penderita harus berhenti merokok dan menghindari asap atau debu yang membuat sesak.